Langsung ke konten utama

Rahasia dibalik konsep adu nyali iklan rokok



Coba perhatikan, tema iklan rokok umumnya soal "uji nyali", "tantangan", "keberanian", "ambil risiko", "kebebasan/ga mw dikekang atau diatur", bahkan ekstrimnya sampai ada iklan bermain dengan nyawa seperti adegan offroad bawa jeep ke lereng gunung berapi aktif, bermain2 diantara lahar panas (inget adegan volcano board salah satu iklan rokok), memanjat lereng tinggi tanpa pengaman, terjun bebas dari pesawat  ....  

disadari atau tidak, inilah yang disebut iklan bawah sadar atau  "subconscious adv", pesannya bermain di pikiran bawah sadar yang mengakibatkan peringatan bahaya merokok ini ga mempan .... bahkan di salah satu iklan rokok peringatan ini dijadikan bahan lucu-lucuan 

Pesan utamanya ke alam bawah sadar "Produk gue ini emang berisiko tinggi, taruhannya nyawa malah, karena itu produk gue cuma buat yang berani ambil risiko aja", nah namanya cowok dikasih tantangan kaya gitu bukan menghindar malah cendrung tertantang buat nyoba  

Kalau dalam dunia iklan sih, "maqom" iklan rokok memang tingkat "suhu", bayangin kamu harus iklankan produk yang ga boleh kelihatan produknya, ga boleh ada adegan konsumsi produk, ga boleh ada ajakan pake produk & harus nyantumin keburukan dari produk yang ditawarkan, pusing ga tuh ??  Karena itu mereka akhirnya masuk di level pesan "bawah sadar", yang disadari atau tidak, pesannya lebih menghujam 

Disclaimer : saya bukan perokok, bukan juga pakar branding atau iklan, cuma pengamat amatir

Oleh Muhammad Aldhira

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penggagas Itikaf Ramadhan Masjid Habiburahman ini telah tiada

 Mang Oded saat Itikaf di Masjid Habiburrahman Jumat 10 Desember 2021 selepas shalat Jum'at, beberapa grup whatsapp yang berisi kader maupun simpatisan  PKS bunyi saling bersautan, tidak seperti biasanya, rupanya berisi kabar cukup mengejutkan, salah satu kader senior PKS Kota Bandung yang sedang menjabat Walikota Bandung, Ustadz Oded Muhammad Danial atau akrab dengan panggilan Mang Oded meninggal dunia. Seketika kalimat istirja terucap, mengiringi rasa keterkejutan dan pertanyaan asbab kematian beliau,    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ Hati semakin terenyuh ketika mendengar kronologis detik terakhir Mang Oded, sebuah kondisi akhir kehidupan yang tentu sangat diinginkan oleh semua Mukmin, wafat dalam keadaan ibadah. Mang Oded wafat dalam kondisi sedang menjalankan shalat sunnat, di dalam masjid, menjelang "tugas" sebagai khatib, di hari Jumat yang penuh berkah, dengan saksi ribuan jamaah Shalat Jumat Masjid Mujahidin Muhammadiyah, sebuah kondisi kematia...

PKS & Inkubasi Kepemimpinan Nasional

pks.id Ketika PKS mendapatkan amanah yang lebih besar dalam kekuasaan, salah satu yang harus disiapkan adalah mencetak Pemimpin pemimpin baru untuk menempati posisi strategis baik di tingkat daerah maupun nasional.  Mencetak pemimpin itu bukan hal yang mudah, perlu proses panjang, karena pemimpin itu bukan sekedar bicara jabatan, pemimpin itu bukan sekedar bicara pemahaman, pemimpin itu bukan tentang orang yang hanya bisa beri perintah, tapi jauh lebih besar dari itu, yaitu  tentang karakter khidmat yang mengakar. Saya adalah orang yang kembali terenyuh saat wafatnya salah satu kader terbaik PKS, Mang Oded, ada komentar dari masyarakat "Apakah masih ada model pemimpin seperti Mang Oded yang sudah dipersiapkan oleh PKS ? Berapa banyak pemimpin yang sudah dipersiapkan PKS  agar makin banyak posisi posisi strategis diisi oleh orang orang sholeh & punya kapasitas memimpin" Begitu besar harapan masyarakat pada wadah Partai ini  Maka adalah keniscayaan setiap Kader PKS...

Islam dan Nasionalisme, haruskah dibenturkan ?

Artikel ini pernah dimuat dalam rubrik opini harian cetak Republika, 18 Juni 2011 dengan judul Agama & Nasionalisme  Tulisan ini merupakan tanggapan atas rilis konferensi pers hasil survei Tata Nilai, Impian, Cita-cita Pemuda Muslim di Asia Tenggara yang diadakan Goethe-Institut, The Friedrich Naumann Foundation for Freedom, Lembaga Survei Indonesia dan Merdeka Center for Opinion Research Malaysia pada Selasa (14/6). Kesimpulan utama hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia adalah Anak muda muslim di Indonesia ternyata lebih mengutamakan identitas keislaman mereka ketimbang identitas mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Tidak jelas apa sebenarnya tujuan utama dilakukan survei ini, bahkan dalam survei ini tidak didefinisikan secara jelas apa yang dimaksud identitas agama serta identitas kebangsaan. Apakah pengertian identitas tersebut dalam bentuk penampilan semata, pandangan dan semangat hidup ataukah dalam bentuk interaksi antar sesama manusia. Namun t...